Minggu, 25 Maret 2012

Hebat, Siswa di Solo buat Mobil, yang di Jakarta Merakit Pesawat..!!



REP | 08 January 2012 | 08:01 Dibaca: 294   Komentar: 9   2 dari 2 Kompasianer menilai inspiratif Belakangan ini ramai pembicaran di berbagai media, baik cetak maupun elektronik tidak terkecuali pemberitaan di media on line.Hampir semua kalangan membicarakan perihal kemampuan siswa-siswa dari SMK yang ada di solo dalam membuat mobil buatan dalam negri.Sampai ramai-ramai para politisi dan pejabat negara ikut mempromosikan mobil buatan anak-anak negri dengan cara membeli mobil tersebut.Tapi banyak juga opini negatif dari yang lainnya.Perihal belum laik jalannya sampai surat izin dari departemen industri dan perdangangan.Yah,biasalah kalau bicara prestasi selalu saja ada yang menyemangati,tapi tidak sedikit nada sumbang terdengar.Apalagi prestasi ini lahir dari anak-anak sekolah jurusan esemka.
Bila di Solo,para siswanya membuat mobil lain halnya pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di DKI Jakarta. Tepatnya para pelajar SMK 29 Jakarta atau dulu lebih dikenal dengan sebutan STM Penerbangan mampu merakit pesawat ringan eksperimental Jabiru J 430 bermesin tunggal dengan piston 6 silinder dan berkapasitas 4 tempat duduk.Dibawah pimpinan kepala sekolah Drs.Dedi Dwitagama M.M, M.Si dan tentu saja bimbingan dan dukungan bapak dan ibu gurunya,anak-anak sekolah tersebut merakit pesawat sebagai bukti prestasi dan karya anak negri yang patut dibanggakan dan diberikan apresiasi.
Perakitan dilakukan di halaman sekolah mereka, yang berlokasi di Jalan Prof Sutono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Selama melakukan perakitan, para siswa didampingi para instrukturnya yang berasal dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airways, Lion Air, TNI Angkatan Udara (AU), serta Federasi Aerosport Indonesia.
Dijadwalkan perkiraan pada akhir Januari nanti akan rampung. Pesawat Jabiru ini memiliki panjang 8 meter dengan lebar bentang sayap mencapai 10 meter. Adapun bobot pesawat memiliki berat sekitar 200 kilogram. Pesawat ini memiliki empat tempat duduk dan diklaim mampu terbang hingga Pulau Bali dan Malaysia.
Perakitan pesawat ini membutuhkan waktu lebih kurang tiga bulan. Saat ini, prosesnya sudah berlangsung dua bulan. Pada akhir Januari nanti pesawat ini diprediksi akan selesai dan diluncurkan pada bulan Februari 2012.
Para pelajar yang merakit pesawat ini adalah siswa kelas dua dan kelas tiga dari jurusan Air Frame dan Power Plant. Sejauh ini, SMKN 29 ini merupakan satu-satunya sekolah di Jakarta yang berhasil merakit pesawat.
“Perakitan pesawat ini dibagi dalam beberapa tim dan dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk merakitnya. Seluruh komponen pesawat ini didatangkan dari Australia dengan biaya yang ditanggung Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Yang juga perlu diketahui adalah saat ini SMKN 29 telah menandatangani nota kesepahaman dengan Garuda Indonesia Airways dan Lion Air. Setelah lulus, para siswanya yang memenuhi persyaratan dapat langsung diterima bekerja di dua maskapai penerbangan tersebut. Nantinya, mereka dapat bekerja sebagai tenaga maintenance hingga pilot.
Sebagai masyarakat dan bangsa Indonesia secara umum patutlah kiranya kia memberikan apresiasi yang baik terhadap pencapain belajar yang dilakukan anak negri.Benar kiranya bahwa tujuan esemka adalah mempersiapkan para peserta didiknya untuk siap memasuki dunia kerja dan industri.
Sehingga sekolah selain berfungsi sebagai lembaga belajar formal juga dijadikan sarana mengembangkan skill dan ketrampilan yang memadai bagi anak-anak yang memang memiliki kemampuan ketrampilan yang diatas rata-rata teman lainnya dalam bidang teknik khususnya.Kita sedang menunggu kejutan prestasi apa lagi yang bisa ditunjukkan oleh anak-anak esemka lainnya.
Tetap semangat belajar anak-anakku, terus berprestasi dan banggakan ibu pertiwi dengan karya gemilang…
Teringat dengan motto mereka : SMK BISA..!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar